Transformasi video: Wawasan dari Intersec Dubai 2026
14 Jan, 2026
Konferensi besar ini menyoroti video sebagai data yang dapat ditindaklanjuti dan dicari
Intersec Dubai 2026 memperjelas satu hal: Masa depan keamanan bukan hanya sekedar melihat lebih banyak, tetapi juga memahami lebih banyak, secara instan, di tepi jaringan. Pada acara yang diadakan tanggal 12-14 Januari di Dubai World Trade Center, lebih dari 50.000 pembuat kebijakan, pemimpin perusahaan, pengusaha, dan investor berkumpul untuk bekerja menuju dunia yang lebih aman dan efisien.
Pergeseran besar: Di pameran seperti Intersec, fokusnya telah bergeser dari video sebagai pengawasan pasif menjadi video sebagai intelijen aktif dan real-time.
“AI generatif meningkatkan video dan analitik jauh melampaui keamanan biasa,” ujar Wakil Direktur Utama Pemasaran Tepi Jaringan Seagate, Melyssa Banda. “Kami melihat perusahaan di berbagai industri menggunakan alat AI untuk mengidentifikasi segmen dan pola yang bermakna yang tersebar di ratusan dan ribuan jam video.”
Visi komputer mengenali peristiwa secara real-time. Pengindeksan otomatis membuat rekaman video dapat dicari seperti teks, dan GenAI merangkum berjam-jam data menjadi wawasan instan.
Akibatnya, organisasi tidak perlu lagi bergantung pada petugas keamanan yang memantau monitor atau penyelidik yang meneliti rekaman arsip. Sebaliknya, AI mengubah video menjadi data yang dapat dicari dan ditindaklanjuti di tepi jaringan.
Untuk memanfaatkan potensi ini, organisasi memproses video di tempat perekamannya, yakni di perangkat atau di lokasi, untuk mendapatkan wawasan yang instan dan dapat ditindaklanjuti. Pendekatan ini juga mengurangi latensi dan biaya, sekaligus menjaga data sensitif di bawah kendali lokal untuk mendukung kepatuhan dan membangun kepercayaan.
“Kita sedang menyaksikan sebuah transformasi,” ujar Sameer Bhatia, direktur regional senior Seagate untuk kawasan IMETA (India, Timur Tengah, Turki, dan Afrika). “Pembicaraan telah bergeser dari 'seberapa banyak yang dapat kita rekam?' menjadi 'seberapa cepat kita dapat menangani hal-hal penting?'”
Implikasinya jelas di berbagai sektor:
Ledakan popularitas video-AI meningkatkan volume data dan pengeluaran uang. Pasar analitik video diproyeksikan melonjak dari $15 miliar pada 2025 menjadi hampir $95 miliar pada 2034. Dan sebuah studi dari perusahaan riset IDC menemukan bahwa 75% perusahaan memperkirakan konten file video mereka akan berlipat ganda dalam lima tahun ke depan.
Intinya: Masa depan yang ditampilkan di Intersec Dubai 2026 bukanlah sekadar merekam lebih banyak video. Namun, fokusnya adalah memanfaatkan kecerdasan untuk memahami lebih banyak dan bertindak lebih cepat di tempat yang paling penting, yakni di tepi jaringan.
“Para pemenangnya,” ujar Bhatia, “adalah mereka yang membangun kepercayaan dengan menjaga wawasan tetap rahasia, aman, dan transparan.” Tanpa penyimpanan lokal yang andal, janji analitik video berbasis AI tidak dapat diwujudkan.”
Temukan cara infrastruktur yang tepat dapat membuka potensi penuh video di tepi jaringan.
A technologist’s perspective on SC25